Posts

Showing posts from March, 2021

Endorsement Martani

Image
 Seorang kawan memasang screenshot IG Martani dan menambahkan kalimat penuh semangat. Terimakasih kawan. 

Gedebog Pisang

Image
Banyak tanaman pisang di Majenang. Setelah pisang berbuah, ditebang pohonnya, diambil buahnya, batangnya akan dibiarkan begitu saja tergeletak.  Paino mencoba berkreasi dengan gedebog pisang. Dibuat pot kembang, diisi tanah media tanam. Sedikit ukiran keisengannya tangannya, membuat pot terlihat cantik.   Belajar dari Google kalau batang pisang bisa juga dibuat keripik. Kami pun mencoba membuat. Kami tawarkan ke tetamu dan handai taulan. Enak rasa taro ciki-cikian komentar beberapa orang. Ayo mengolah bahan yang ada agar tidak ada sampah yang terbuang percuma.

Kumpul Keluarga Majenang

Image
 Kumpul keluarga satu trah biasa dilakukan. Pot luck adalah membawa makanan dari rumah untuk kemudian dimakan bareng. Yang ini sifatnya voluntari, siapa saja boleh bawa apa saja. Biasanya ada yang dituakan yang membawa nasi dan lauknya. Yang lain hanya bawa sesuatu untuk pelengkap saja. Kami membawa arem-arem biru isi jantung pisang dan kueku biru bunga telang. Sambil memperkenalkan apa yang jadi kesibukan kami, yaitu menanam bunga telang di Majenang.

Umbi-umbian dan Porang di Majenang

Image
Semangat untuk mengolah umbi menjadi aneka tepung.  Cerita sukses satu produk pertanian sering membawa latah semua orang. Dari mulai petani, aktivis lingkungan, sampai pejabat semuanya rame membahas topik yg lagi ngetrend. Kemudian setelah banyak orang menanam dan barang tersedia berlimpah, orang bingung bertanya mau diapain. Karena orang saling mengandalkan ... katanya ada yg sukses ekspor ... ada petani menjadi kaya karena harga jualnya tinggi ... Kami coba menanam di pinggiran kolam ikan sebanyak 10 bibit porang. Pengen coba aja. Kebetulan ada kawan lama yg jualan bibit porang, nawarin. Tidak berlanjut juga, entah tumbuh atau ketimbun apa, ...

Lanting dan Jajanan Majenang

Image
Apa jajanan the fav di Majenang? Pecel dan mendoan hangat! Arem-arem juga jajanan yang mudah ditemukan di warung-warung.  WGB Majenang selalu sedia mendoan yg khas gede ukurannya. Ada arem-arem ada nasi timbel. Apa bedanya? Yang jelas sama dibungkus daun pisang yang bikin nasi di dalamnya ada sensasi wangi. Lanting singkong andalan saat main ke Majenang. Dibistak istilahnya Si Mbah Maryati. Yaitu saat lanting dilapisi dengan gula yang sudah diberi bumbu.  Baca buku sambil nyemil .... pilih yang buatan si Mbah ... atau sesuatu dari warung sebelah yang dibuat oleh tukang kue tetangga kita. 

WGB Majenang

Image
Wuihhhhh Gede Bingittt ... disingkat jadi WGB. Keren nih owner WGB yg memang lahiran Majenang mengangkat jajanan khas mendoan yang sepertinya setiap hari orang akan makan jajanan satu ini.  Ukuran mendoannya memang gedean dibanding yang banyak beredar. Enaknya mendoan karena si tempe bisa buat sendiri, minta buatin sesuai keinginan kita.  Ada banyak tukang tempe di Majenang. Ibu-ibu di rumah membuat tempe untuk dijual ke pasar. Saat kami tinggal di Karanggendot, ada beberapa tetangga yg membuat tempe setiap harinya. Lihat postingan terpisah.

Pembuatan Bata Merah di Majenang

Image
Pernah nyobain main ke pinggir sungai yg ada banyak pengrajin batu bata? Nah di suatu kesempatan, kami ikutan membuat batu bata merah di pinggiran Sungai Cilopadang, Majenang.  Ada beberapa pengrajin batu bata merah. Seorang ibu memberi petunjuk bagaimana cara bata dibuat, Mulai dengan mengambil tanah liat yg sudah diambil suaminya dari dasaran sungai. Tanpa alat bantu, pakai tangan katanya.  Masukkan tanah ke cetakan yg terbuat dari kayu. Ada tiga cetakan kayu yg sudah tersedia di atas meja. Ukuran batu bata, 20 x 10 cm (cek lagi). Ratakan tanah liat sampai semua ukuran tertutup merata.  Tangannya jadi halus deh kegosok-gosok tanah liat begini .... boleh dicoba lho... mungkin para ahli skincare akan punya penjelasan bagaimana efek tanah liat buat kulit? Pindahkan tanah liat yg sudah dicetak ke atas tanah, dijajarkan dengan batu-bata lainnya. Siap dibakar. Si ibu segera masuk ke rumahnya ketika mendengar anaknya menangis. Sambil mengasuh, sambil membuat batu-bata.  P...

Wajan Tanah Liat Kasongan di Majenang

Image
Wajan tanah liat ini, kami dapatkan di Kasongan Jogja. Kami bawa ke Majenang sebagai salah-satu alat masak yg biasa kami gunakan. Masak ikan dengan wajan tanah liat, nikmat.  Matengnya merata, perlahan, gak buru-buru mateng. Enaknya sih pakai tungku kayu bakar, panasnya pol. Kebetulan ini pakai kompor gas. Dapat hasil mancing ikan bogo dari Paino. Dimasak aneka rempah. Pernah masak apa dengan wajan tanah liat mu?

Pecel Kecombrang Majenang

Image
Apa makanan favorit mu? Di Majenang ada banyak penjual pecel. Kayaknya setiap pengkolan, bisa ditemukan tukang pecel. Perhatikan saja, di teras depan rumah, ada meja dan ulekan. Nah tinggal tanya, apakah si ibu menjual pecel, karedok atau rujak. Biasanya tiga andalan ini nih yg jadi the fav. Sayangnya lontongnya kenapa pakai plastik yak. Lebih murah ujar beberapa ibu penjual pecel. 

1-3-1 Jahe Serai Lengkuas

Image
  Ada yg pernah coba racikan ini?  dr sidi tuh siapa, apakah ada yg kenal? Bagus yak cara menyampaikannya lewat singkatan angka yg mudah diingat. 1-3-1. Satu ruas jahe, tiga batang serai, dan satu ruas lengkuas.  Kami di Majenang sih biasa membuat seduhan dari aneka tanaman yg ada di halaman. Seduhan bunga telang dicampur daun mint, dicampur daun salam, dicampur daun pandan, dicampur daun serei. Apa khasiatnya? OBAT HAUS haha .... Setiap tanaman tentunya membawa khasiat dan kandungan terbaik. Mari kita gunakan dan nikmati faedahnya.  Banyak untungnya menanami halaman dengan aneka herbal. Masuk angin dan pusing, seduh saja beberapa dedaunan. Sepertinya lebih aman dibandingkan minum pil obat pusing yg dijual di warung. Mungkin cara kerjanya gak langsung cespleng yak. Tapi lebih alami lah.  Dan gak perlu ngeluarin uang juga untuk menikmati hidangan herbal alami ini. 

Tungku Kayu Bakar

Image
  Apakah anda penikmat kemping dan api unggun?

Serabi Majenang

Image
Jajanan serabi adalah salah-satu yg bisa didapat di pasar. Di awal kami pindah ke Majenang, si ibu penjual serabi mangkal di pojokan sebelum Pasar Cigaru. Sayang sekarang sudah gak ada, pindah kemana yak .... Serabi yg kami nikmati sekarang adalah buatannya Antom di Pasar Karanggendot. Setiap pagi mulai jam 6, dia akan menyiapkan adonan serabinya. Hangat langsung diangkat dari tungku kompor gas.  Agak beda serabi Antom dengan serabi nih ibu di gambar. Si ibu masih menggunakan kayu bakar untuk pemanasannya. Topingnya sih sudah modern, seperti selera anak muda katanya si ibu saat kami menanyakan menu serabi oncom.  Di Majenang ini, oncom agak susah didapat. Padahal hampir setengah penduduk adalah Suku Sunda. Ada sih yg biasa nganter oncom ke pasar, gak selalu jualan sih. Nah belum sampe nih ketemu dengan siapa pembuat oncom. Pencarian siapa pembuat makanan mu, akan terus berlanjut. Ikuti lewat sosmed Martani untuk bisa tahu proses #telusurable yg kami lakukan.   

Nasi Oyek Majenang

Image
Beberapa hari di Majenang, segera kami main ke pasar. Cari jajanan dan sarapan pagi, paling pas setelah melihat apa yg dijajakan di pasar. Ada beberapa pasar tradisional yg dekat dengan lokasi Brayan Martani Majenang yg di depan SMP 1 Majenang. Pasar Majenang adalah pasar terbesar di kota kecamatan. Lokasinya terletak dekat terminal Bis Majenang. Ada pasar kaget, atau pasar yg beroperasi hanya pada hari dan jam tertentu. Misalnya Pasar Caplek yg berlokasi dekat Tugu BRI. Ada Pasar Cigaru yg lokasinya dekat tempat pertandingan burung dara.  Ada juga Pasar Karanggendot, jaraknya sekitar 5 km dari Cigaru lokasi kami.  Nasi oyek biasanya orang sini bilangnya. Hidangan terbuat dari singkong yg dihancurkan, dijemur, agar awet penyimpanan. Kalau mau dimakan, butiran oyek direndam air, kemudian dikukus.  Bagi anda yg sedang diet nasi putih, pilihan makan oyek adalah pas. Bikin kenyang awet. Memang tidak semanis nasi putih, tapi kompromi untuk kesehatan bisa menggunakan nasi oyek....

Konveksi Sampai Ke Perdesaan

Image
 Di desa-desa di Kecamatan Majenang ada banyak pengusaha konveksi baju rumahan. Mereka mendapatkan order dari bos di Majenang, yang mereka dapatkan order dari bos di Jakarta. Baju-baju hasil jahitan ini banyak dikirim ke Afrika. Itu yang mereka tahu. 

Siapa Penentu Harga Produk Pertanian?

Image
Pernah terpikirkan siapa penentu harga produk pertanian? Berapa pantasnya harga sebuah produk? Misalnya berapa harga segelas teh biru bunga telang? Paling gampang sih ngecek harga cek di Google, lihat olshop, berapa rata-rata mereka masang harga. Selain tentunya ada perhitungan bagaimana menentukan harga berdasarkan ongkos produksi dan penentuan keuntungan. Sebuah olshop mencantumkan anggrek tupai seharga lima ribu rupiah, tidak terlalu jelas apakah harga ini untuk empat bunga beruntun itu atau hanya bonggolnya saja. Perlu diperhatikan dichat ke seller yak. Pengalaman kami untuk mendapatkan jenis anggrek ini, tidak lah terlalu mudah. Harus manjat pohon di daerah berhutan, karena tumbuh di hutan sekunder.  Belut goreng sebungkus juga lima ribu rupiah harganya di Angkringan Martani Karanganyar. Di Warung Kopi Oemah Martani Jogja ada juga harga yang lima ribuan. Yaitu segelas kopi Jawa Robusta. Sumatra Robusta juga lima ribu. Sebaiknya cek ketersediaan kopi apa yang hari ini disajikan...

Mengenalkan Teh Biru

Image
14 Maret 2021. Eleng di Warung Si Mbah Majenang  Mengenalkan teh biru kepada tetamu yang datang. Menyuguhi teh biru sebagai alternatif teh Camellia sinensis yang sudah beredar di masyarakat. Awalnya tentu saja ragu dan penuh tanya. Apa ini, kenapa biru, apa khasiatnya ...