Siapa Penentu Harga Produk Pertanian?
Pernah terpikirkan siapa penentu harga produk pertanian? Berapa pantasnya harga sebuah produk?
Misalnya berapa harga segelas teh biru bunga telang?
Paling gampang sih ngecek harga cek di Google, lihat olshop, berapa rata-rata mereka masang harga. Selain tentunya ada perhitungan bagaimana menentukan harga berdasarkan ongkos produksi dan penentuan keuntungan.
Sebuah olshop mencantumkan anggrek tupai seharga lima ribu rupiah, tidak terlalu jelas apakah harga ini untuk empat bunga beruntun itu atau hanya bonggolnya saja. Perlu diperhatikan dichat ke seller yak. Pengalaman kami untuk mendapatkan jenis anggrek ini, tidak lah terlalu mudah. Harus manjat pohon di daerah berhutan, karena tumbuh di hutan sekunder.
Belut goreng sebungkus juga lima ribu rupiah harganya di Angkringan Martani Karanganyar.
Di Warung Kopi Oemah Martani Jogja ada juga harga yang lima ribuan. Yaitu segelas kopi Jawa Robusta. Sumatra Robusta juga lima ribu. Sebaiknya cek ketersediaan kopi apa yang hari ini disajikan, karena mereka mengandalkan kopi giling dari petani atau artisan yang kita kenal untuk kopi bubuknya. Bukan sasetan pabrikan.
Dengan harga produk pertanian 5 ribunan, apa petani untung dan sejahtera?




Comments
Post a Comment