Jajanan serabi adalah salah-satu yg bisa didapat di pasar. Di awal kami pindah ke Majenang, si ibu penjual serabi mangkal di pojokan sebelum Pasar Cigaru. Sayang sekarang sudah gak ada, pindah kemana yak .... Serabi yg kami nikmati sekarang adalah buatannya Antom di Pasar Karanggendot. Setiap pagi mulai jam 6, dia akan menyiapkan adonan serabinya. Hangat langsung diangkat dari tungku kompor gas. Agak beda serabi Antom dengan serabi nih ibu di gambar. Si ibu masih menggunakan kayu bakar untuk pemanasannya. Topingnya sih sudah modern, seperti selera anak muda katanya si ibu saat kami menanyakan menu serabi oncom. Di Majenang ini, oncom agak susah didapat. Padahal hampir setengah penduduk adalah Suku Sunda. Ada sih yg biasa nganter oncom ke pasar, gak selalu jualan sih. Nah belum sampe nih ketemu dengan siapa pembuat oncom. Pencarian siapa pembuat makanan mu, akan terus berlanjut. Ikuti lewat sosmed Martani untuk bisa tahu proses #telusurable yg kami lakukan.
Burjo di warung Puncak Walingi, Pangandaran. Di kejauhan terlihat Pantai Pangadaran. Mungkin ini titik tertinggi deh. Ada warung sederhana terbuat dari kayu dan bambu. Menunya bubur kacang ijo dan ketan hitam. Plus segelas teh hangat. Gak sampai sejam lagi, Pantai Pangandaran akan dicapai. Break yg asik setelah motoran dari Majenang. Yes Majenang - Pangandaran gak sampai dua jam.
Enak nih kayaknya
ReplyDelete